Seringkali saya mendengar ada ibu-ibu yang mengeluhkan anak sulung mereka menjadi lebih pemarah, rewel atau lebih lengket pada ibunya setelah adik kecil lahir. Ini merupakan reaksi yang wajar pada anak pertama di mana mereka merasa cemburu akan kehadiran orang lain yang bisa menyapu perhatian kedua orangtuanya. Nah, reaksi anak yang mudah marah atau rewel, bahkan menjadi lebih lengket pada ibu adalah usahanya untuk mendapatkan perhatian orangtua.

Sebenarnya Anda sebagai orangtua dapat meminimalkan rasa cemburu yang dialami anak. Namun, Anda harus melakukannya sejak dini, yaitu sejak adiknya masih berada dalam kandungan. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Setelah Anda ketahuan hamil, beritahukan pada Si Sulung bahwa ia akan mempunyai adik. Jelaskan bahwa ia akan memiliki peran baru yang mengasyikkan: menjadi seorang kakak. Beritahu secara bertahap asyiknya menjadi kakak, bahwa ia akan memiliki teman dalam kesehariannya. Selain itu, secara perlahan beritahu juga peran-perannya sebagai kakak yang baik, sehingga ia bisa memahami ‘tugas’ barunya.
  2. Libatkan Si Sulung dalam berinteraksi dengan calon adiknya. Ajak ia untuk berbicara, membacakan cerita atau merasakan tendangan adiknya.
  3. Berbagilah perasaan dengan Si Sulung. Ceritakan bagaimana dulu Anda mengandung Si Sulung dan apa yang Anda rasakan saat itu dan saat ini. Hal ini membuat Si Sulung merasa bahwa Anda merasaakan kebahagian yang sama saat mengandungnya dan mengandung adiknya.
  4. Ceritakan hal-hal menarik yang bisa ia dan adiknya lakukan nanti. Bermain, membacakan cerita, bersepeda.
  5. Beritahukan pada Si Sulung bahwa Anda akan mengharapkan bantuannya sebagai kakak. Jelaskan betapa pentingnya bantuan itu. Hal ini dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa ia ‘sudah besar’

Nah, semoga tips-tips di atas dapat membantu Anda meminimalkan rasa cemburu yang dialami anak sulung Anda terhadap adik barunya. Selamat mencoba!

(Arum Ismartini, Psi.)